Makalah Mata Kuliah
Studi Al-Qur'an

Dosen: Prof. Dr. Moh.
Ali Aziz, M.Ag
Asisten Dosen: Ati’ Nursyafa’ah M.Kom.I
Disusun oleh:
Ria Fidatul Mas Ulah
B75219074
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN AMPEL SURABAYA
2019
KATA PENGANTAR
Pertama, marilah kita panjatkan puji syukur
kepada Allah SWT karena rahmat dan hidayah-Nya makalah ini dapat terselesaikan
dengan baik sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Tanpa pertolongan-Nya,
kami tidak akan sanggup menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam semoga
terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang
kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.
Tujuan pembuatan makalah ini sebagai salah
satu syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Studi Al-Qur’an, dan dalam makalah
ini akan dibahas tentang proses turunnya Al-Qur’an.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag selaku dosen mata kuliah Studi Al-Qur’an, Ibu
Ati’ Nursyafa’ah M.Kom.I yang telah memberikan pengarahan dalam penyusunan
makalah ini. Terima kasih juga saya ucapkan kepada seluruh pihak yang membantu
selama proses pembuatan makalah ini.
Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan
dalam makalah ini. Saran dan kritik yang membangun senantiasa saya harapkan
demi perbaikan makalah ini di masa mendatang. Semoga makalah ini bermanfaat
bagi para pembaca.
Sidoarjo, Agustus 2019
Sidoarjo, Agustus 2019
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................................ii
BAB I
KITAB SUCI AL-QUR’AN........................................................................1
BAB II
PROSES TURUNNYA AL-QUR’AN
A.
Macam-macam Cara Al-Qur’an Turun.......................................3
B.
Proses Turun Sekaligus dan Berangsur.......................................5
C.
Hikmah Al-Qur’an Turun secara Berangsur..............................16
BAB III
KESIMPULAN...........................................................................................19
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................21
BAB I
KITAB SUCI AL-QUR’AN
Allah menurunkan Al-Qur’an
kepada Rasul kita Muhammad, Sebagai sebuah kitab suci, memuat petunjuk dan informasi-informasi yang
dibutuhkan oleh manusia yang hidup di dunia ini, untuk petunjuk dan informasi,
agar manusia tidak melakukan dan menuju pada lembah-lembah dosa. Bisa
membimbing mereka pada jalan yang baik, memberikan informasi yang baik untuk
hidup mereka sendiri, yang bisa menghantarkan pada hawa kesejukan kelak di
akhirat.
Al-Qur’an dijadikan pedoman hidup untuk manusia,
dijadikan petunjuk untuk manusia hingga datangnya hari kiamat, dijadikan pokok-pokok
ajaran yang berguna dalam menjalani kehidupan. Karena sejatinya kehidupan itu
datang dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya.
Turunnya Al-Qur’an pertama kali pada malam Lailatul Qadar
merupakan pemberitahuan kepada alam tingkat tinggi yang terdiri dari
malaikat-malaikat akan kemuliaan umat Muhammad. Umat ini telah dimuliakan oleh
Allah dengan risalah baru agar menjadi umat paling baik yang dikeluarkan bagi
manusia.
BAB II
PROSES TURUNNYA AL-QUR’AN
A.
Macam-Macam Cara Al-Qur’an Turun
Kalam Allah itu diturunkan kepada Nabi-Nya, misalnya Nabi
Musa a.s dengan kitab Taurat, Nabi Dawud a.s dengan kitab Zabur, Nabi Isa a.s
dengan kitab injil, dan Nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW dengan kitab
Al-Qur’an.
Allah menurunkan Al-Qur’an kepada Rasul kita Muhammad SAW untuk menunjuki
umat manusia. Turunnya Al-Qur’an itu pula juga merupakan berita yang
menakjubkan, dikumandangkan ditempatnya kepada penghuni bumi dan langit.
Adapula segi penurunnya Al-Qur’an, yakni sebagai berikut:[2]
1.
Macam-Macam cara Al-Qur’an Turun dari Allah
a. Melalui mimpi
Wahyu yang turun ketika Nabi sedang tidur oleh sebagian ulama dinilai
sebagai ‘persiapan’ sebelum beliau menerima wahyu dalam keadaan sadar. ‘Aisyah
ra. Pernah mengatakan bahwa mula-mula yang terjadi pada Nabi adalah mimpi yang
nyata ketika beliau tidur, misalnya ketika turun wahyu surah Al-Kautsar ayat
1-3.
b. Melalui suara lonceng yang sangat keras
Wahyu yang turun dalam wujud suara lonceng memberikan pengaruh yang sangat
kuat terhadap kesadaran Nabi Muhammad. Apabila wahyu turun melalui cara ini
beliau akan mencurahkan segenap kesadaran untuk menerimanya.
c. Melalui malaikat yang menjelma menjadi seorang
laki-laki
Turunnya wahyu melalui cara ini jauh lebih mudah diterima oleh Nabi, karena
pada saat itu malaikat Jibril menyamar sebagai seorang laki-laki yang memakai jubah
putih. Nabi sudah mengerahkan tenaga dan konsentrasinya untuk memahami wahyu
yang diberikan malaikat Jibril. Diceritakan bahwa ketika wahyu ini turun, kening
Rasulullah tampak berkeringat.[3]
B. Proses Turun
Sekaligus dan Berangsur-angsur
وَقُرْاٰنًا فَرَقْنٰهُ
لِتَقْرَاَهٗ عَلَى النَّاسِ عَلٰى مُكْثٍ وَّنَزَّلْنٰهُ تَنْزِيْلًا
“Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan
berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami
menurunkannya bagian demi bagian.” QS Al-Isra’[17]: 106
Kitab suci Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT
kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur dalam dua periode, Makkah dan
Madinah. Periode Makkah dimulai pada tanggal 18 Ramadhan tahun 41 dari Milad
Nabi sampai Rabi’al Awwal tahun 54 dari Milad Nabi (12 tahun 5 bulan 13 hari).
Sedangkan periode Madinah dimulai tanggal 1 Robi’al Awwal tahun 54 sampai
dengan 9 Zulhijjah tahun 63 dari Milad Nabi, atau bertepatan dengan tahun ke-10
dari hijrah (9 tahun 9 bulan 9 hari). Jadi total lama kedua periode tersebut
adalah 22 tahun 2 bulan dan 22 hari, atau dibulatkan menjadi 23 tahun.[4]
Beberapa ayat Al-Qur’an menetapkan bahwa Al-Qur’an
diturunkan pada bulan Ramadhan.
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya
diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia (QS Al-Baqarah [02] : 185)
Beberapa ayat lain menetapkan bahwa Al-Quran
diturunkan secara berangsur-angsur dalam masa kira-kira 23 tahun: Dan Al-Qur’an
itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya
perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.
(QS. Al-Isra’[17]: 106).
Sementara itu kita juga mengetahui bahwa Rasul
Al-Amin saw, diutus dengan membawa risalah pada tanggal 27, bulan Rajab.[5]
1. Tanda-Tanda Surah atau Ayat-Ayat Makiyah
a. Surah atau ayat-ayatnya pendek-pendek.
b. Gaya bahasanya singkat pendek karena
sasarannya orang-orang Arab yang pada umumnya sudah paham bahasa Arab.
c. Isi surah atau ayat Makiyah pada umumnya
menyerukan tauhid yang murni, ketuhanan yang Maha Esa. (pure monotheisme).
d. Isi kandungannya tentang pembinaan mental
serta akhlak.
e. Setiap surah yang terdapat ayat sajdah, yakni
ayat yang perintah sujud tilawah.
f. Setiap surah yang terdapat lafal كَلاَّ kebanyakan pada surah-surah akhir dari Al-Qur’an.
g. Surah-surah yang menyebutkan permulaan )يَأَيٌّهَاآلنَّاسُwahai manusia) bukan: يَأَيُّهَاالَّذِينَءَامَنَوأ(wahai
orang-orang beriman), kecuali pada akhir surah Al-Hajj menurut sebagian
ulama.
h. Setiap surah yang didalamnya menceritakan
kisah Nabi Adam dan iblis selain Al-Baqarah.
i. Setiap surah yang diawali huruf hijaiyah.
2. Tanda-Tanda Ayat atau Surah Madaniyah
a. Surah atau ayat-ayatnya panjang-panjang.
b. Gaya bahasanya panjang dan lebih luas, karena sasarannya
bukan orang Arab saja.
c. Setiap ayat yang dimulai dengan يَأَيُّهَاالَّذِينَءَامَنَوأ(wahai orang-orang beriman)
d. Isi kandungan pada umumnya berupa norma-norma
hukum (ayat-ayat syari’ah).
e. Isi kandungan menjelaskan tentang ibadah,
muamalah, hukum, dan lain-lain yang menyangkut kemasyarakatan dan kenegaraan.
f. Setiap Surah yang menyebutkan perilaku munafik
selain Al-‘Ankabut.
Turunnya
Al-Qur’an tersendiri jatuh pada malam Lailatul Qadar, yang disampaikan oleh
makhluk langit yaitu Malaikat Allah untuk menghormati umat Nabi Muhammad yang dimuliakan
Allah SWT.
Turunnya yang kedua kali berbeda dari
kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya, merupakan pengaruh dahsyat, dalam hal
ini terjadi perdebatan sengit yang terjadi pada dua belah pihak. Sehingga pada
hakikatnya orang-orang dapat mengetahui hikmah Illahi yang tersembunyi dibalik
itu. Rasul mendapatkan risalah itu bukan hanya sekaligus. Wahyu diturunkan
untuk mencekam ke dalam lubuk hati Nabi S.A.W. untuk menjadi hiburan baginya
dengan cara berangsur-angsur.[7]
Wahyu Al-Qur’an diturunkan dalam 2 bentuk,
yaitu sekaligus dan berangsur-angsur. Penurunan terjadi saat Al-Qur’an
diletakkan oleh Allah SWT ke Lauh Mahfuzh. Kemudian, dari Lauh Mahfuzh, Allah
SWT mengirimkannya ke Baitul ‘Izzah dengan bentuk sekaligus. Dari Baitul ‘Izzah
ini, Allah SWT menurunkan Al-Qur’an secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW
melalui Malaikat Jibril AS.[8]
Turunnya Al-Qur’an itu sekaligus dan berangsur-angsur
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ
الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS Al-Baqarah [2]: 5)
اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۚ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada suatu malam yang diberkahi.” (QS Al-Qadr [97]: 1)
Maksud dari kalimat malam yang diberkahi dalam ayat
diatas adalah malam Lailatul Qadar, di bulan Ramadhan. Al-Qur’an itu diturunkan kepada Rasulullah selama 23
tahun. Dalam hal ini ada 2 mazhab
yang berbeda pendapat.
a. Mazhab pertama, yaitu
dikemukakan oleh Ibnu Abbas dan Jumhur, beliau mengatakan bahwa yang dimaksud
dengan turunnya ketiga ayat Al-Qur’an itu sekaligus ke Baitul ‘Izzah dari
langit dunia, dan disambut oleh Malaikat. Sesudah itu baru diturunkan secara
berangsur-angsur selama 23 tahun. Menurut kejadian-kejadian dan peristiwa semenjak Nabi Muhammad diangkat menjadi
Rasul, Nabi berada di Mekkah selama 13 tahun, dan di Madinah selama 10 tahun.
Menurut hadis dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah diutus dalam usia 40 tahun.
Hadis dari Ibnu Abbas RA : Al-Qur’an itu bukan turun
sekaligus ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar di sini selama 20 tahun.
Hadis dari Ibnu Abbas RA : Al-Qur’an itu dipisah dari
Az-zikir lalu diletakkan ke Baitul Izzah dari langit dunia. dari sinilah
Malaikat Jibril menurunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Hadis dari Ibnu Abbas RA : Al-Qur’an itu diturunkan
sekaligus ke langit dunia, ditempat-tempat jatuhnya bintang. Allah yang
menurunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur.
Hadis dari Ibnu Abbas RA : Al-Qur’an itu diturunkan pada
malam Lailatul Qadar bulan Ramadhan ke langit dunia sekaligus. Diturunkan
berangsur-angsur.
b.
Mazhab kedua, dikemukakan oleh Syu’biy,
mula-mula turunnya Al-Qur’an itu pada bulan Ramadhan, pada malam Lailatul
Qadar. Sesudah itu, turunnya berangsur-angsur dan berturut-turut, bila ada
kejadian selama hampir 23 tahun. Al-Qur’an telah Kami turunkan dengan
berangsur-angsur, agar engkau membacakan perlahan-lahan kepada manusia, dan
kami menurunkan sebagian demi sebagian.
وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْـقُرْاٰنُ
جُمْلَةً وَّاحِدَةً ۛ كَذٰلِكَ
ۛ لِنُثَبِّتَ بِهٖ فُـؤَادَكَ
وَرَتَّلْنٰهُ تَرْتِيْلًا وَلَا يَأْتُوْنَكَ بِمَثَلٍ اِلَّا جِئْنٰكَ
بِالْحَـقِّ وَاَحْسَنَ تَفْسِيْرًا (٣٣-٣٢)
“Dan orang-orang kafir berkata, "Mengapa
Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah, agar Kami
memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil
(berangsur-angsur, perlahan dan benar). Dan mereka (orang-orang kafir itu)
tidak datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, melainkan Kami datangkan
kepadamu yang benar dan penjelasan yang paling baik.” (QS Al-Furqan [25] : 32-33)
وَاعْلَمُوْۤا اَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَاَنَّ لِلّٰهِ خُمُسَهٗ وَ لِلرَّسُوْلِ
وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۙ اِنْ
كُنْتُمْ اٰمَنْتُمْ بِاللّٰهِ وَمَاۤ اَنْزَلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا يَوْمَ
الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِ
ؕ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ
قَدِيْرٌ
“Dan ketahuilah, sesungguhnya
segala yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlima untuk Allah,
Rasul, kerabat Rasul, anak yatim, orang miskin, dan ibnu sabil, (demikian) jika
kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami
(Muhammad) di hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah
Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS Al-Anfal [8] :41).
Perang badar yang terjadi pada bulan Ramadhan
merupakan permulaan wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Hadis dari Aisyah
mengatakan:
Mula-mula Rasulullah bermimpi shidiq diwaktu
tidur, ia tidak pernah bermimpi seperti itu. Mimpi inilah yang mendorong Nabi
SAW untuk bergegas ke gua Hira’. Boleh jadi, ini
merupakan isyarat bawa Al-Qur’an akan segera diturunkan. Nabi mengasingkan diri
di gua Hira’ dengan membawa persediaan makanan. sampai datang kepadanya
kebenaran. Ketika Nabi SAW berada di dalam gua itu, datanglah malaikat
kepadanya dan mengatakan. -Bacalah, Rasulullah menjawab, aku tidak
pandai membaca. Nabi dirangkul untuk yang ketiga kalinya, setelah itu
dilepaskan sambil berkata -Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan, sampai
kepada ayat yang berbunyi –Apa yang tidak diketahuinya. Dalam usia 6 bulan,
sudah turun wahyu kepada Rasulullah diwaktu bangun pada bulan Ramadhan.
c.
Adapula Mazhab ketiga, menurut mazhab ini Al-Qur’an itu
turun kelangit dunia sebanyak 23 kali malam Lailatul Qadar. Di malam itu, pasti
terjadi pada tiap-tiap tahun, pada malam itulah
Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah. Mazhab ini
hanya berupa ijtihad tafsir tidak berdasarkan nash dari Al-Qur’an dan hadis.[9]
1. Dari Allah SWT ke Lauh Mahfuzh
Pertama, Al-Qur’an turun secara sekaligus dari
Allah ke Lauh Mahfuz. Lauh Mahfuzh adalah suatu tempat catatan segala ketentuan
dan kepastian Allah. Proses pertama diisyartakan dalam
a. Surat Al-Buruj [85] : 21-22
بَلْ هُوَ قُرْاٰنٌ مَّجِيْدٌ
ۙ فِيْ لَوْحٍ مَّحْفُوْظٍ
“Bahkan (yang didustakan itu) ialah Al-Qur'an yang mulia, yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjaga (Lauh Mahfuz).”
b. Surat Al-Waqi’ah [56] : 77-80
اِنَّهٗ لَـقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌ ۙ فِيْ كِتٰبٍ مَّكْنُوْنٍ ۙ لَّا
يَمَسُّهٗۤ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَ ؕ تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ
“Sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia, dalam Kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuz), tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan. Diturunkan dari Tuhan seluruh alam.”
2.
Dari Lauh Mahfuzh ke Baitul
‘Izzah
a.
Surat Al-Qadar [97] :
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ
فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.”
b.
Surat Al-Baqarah [02] : 185
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ
الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ
شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ
سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا
يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ
عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”
c.
Surat Al-Dukhan [44] : 3
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ
ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.”[10]
3. Dari Baitul ‘Izzah
kepada Nabi Muhammad SAW
a.
Surat Al- Syu’ara [26] : 193-195
نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ
الْأَمِينُ
عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ
بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ
“Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.[11]
b. Surat Al-Isra’ [17] : 106
وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ
تَنْزِيلًا
"Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.”
C. Hikmah Al-Qur’an Turun secara Berangsur-angsur
1. Memantapkan hati Nabi
Ketika menyampaikan dakwah, Nabi sering
berhadapan dengan para penentang. Turunnya wahyu yang berangsur-angsur itu
merupakan dorongan tersendiri bagi Nabi untuk terus menyampaikan dakwah.
2. Menentang dan melemahkan para penenteng
Al-Qur’an
Nabi sering berhadapan dengan
pertanyaan-pertanyaan sulit yang dilontarkan orang-orang musyrik dengan tujuan
melemahkan Nabi. Turunnya wahyu yang berangsur-angsur itu tidak saja menjawab
pertanyaan itu, bahkan menentang
mereka untuk membuat sesuatu yang serupa
dengan Al-Qur’an. Dan ketika mereka tidak mampu memenuhi tantangan itu, hal itu
sekaligus merupakan salah satu mukjizat Al-Qur’an.
3. Al-Qur'an adalah ilmu
Al-Qur’an pertama kali turun ditengah-tengah
masyarakat Arab yang ummi, yakni yang tidak memiliki pengetahuan tentang bacaan
dan tulisan.
4. Mengikuti setiap kejadian (yang karenanya
ayat-ayat-ayat Al-Qur’an turun) dan melakukan penahapan dalam penetapan
syari’at.
5. Membuktikan dengan pasti bahwa Al-Qur’an turun
dari Allah yang Mahabijaksana
Walaupun Al-Qur’an turun secara
berangsur-angsur dalam tempo 22 tahun 2 bulan 22 hari secara keseluruhan, terdapat keserasian di
antara satu bagian dengan bagian Al-Qur’an lainnya. Hal ini tentunya hanya
dapat dilakukan Allah yang Mahabijaksana. [12]
6. Mudah dipahami dan dihapal
Bagi bangsa yang buta huruf sulit dapat
menghafal dan memahami sesuatu yang harus dipahami atau dihafal. Oleh karena
itu diturunkan Al-Qur’an secara berangsur-angsur menjadi mudah dihafal dan dipahami.[13]
KESIMPULAN
Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad
melalui perantara malaikat Jibril. Unsur ini memberikan batasan bahwa Al-Qur’an
yang diterima Nabi Muhammad saw. itu tidak langsung dari Allah melainkan
melalui malaikat Jibril.[14]
Yang dimana, sebagai pacuan Nabi Muhammad untuk mengkokohkan pendirian
menghadapi tekanan dari orang-orang kafir Quraisy. Untuk pedoman bagi umat
manusia agar tidak melangkah ke jalan yang salah.
Al-Qur’an diturunkan pada malam kemuliaan yang
disebut malam Lailatul Qadar. 22 tahun 2 bulan 22 hari, yaitu mulai malam 17
Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi, sampai 9 Dzulhijjah Haji Wada’ tahun 63
dari kelahiran Nabi atau tahun 10H. Dimana proses sangatlah berliku yang di
hadapi oleh Nabi dalam turunnya Al-Qur’an.
Nabi muhammad
SAW, diakui oleh Allah sebagai yang paling mulia akhlaknya, dihormati
Allah dan para Malaikat-Nya, terpercaya (al-amin), selalu jujur (shiddiq),
terpercaya (amanah), transparan (tabligh), dan fathonah (cerdas). Dari segi
tempat penyimpanannya Lauh al-Maffudz (Wadah yang terjaga), menunjukkan bahwa
Al-Qur’an itu autentik, bukan plagiasi maupun jiplakan. Murni bersifat ilmiah
dari Allah yang diturunkan kepada malaikat Jibril untuk diberikan kepada Nabi
Muhammad SAW.[15]
DAFTAR PUSTAKA
Al-Aththar, Dawud. 1994. Ilmu Al-Qur’an. Bandung: Pustaka Hidayah.
Anwar, Abu. 2002. Ulumul Qur’an. Pekanbaru: Amzah.
Anwar, Rosihon, 2017, Ulum Al-Qur’an. Bandung : Cv Pustaka Setia.
Ayyasy, MA. 2011. Hati-hati Al-Qur’an Anda Palsu. Jakarta Selatan : Qultum Media.
Aziz, Moh. Ali, 2018, Mengenal Tuntas Al-Qur’an, Surabaya : Imtiyaz.
Ilyas, Yunahar. 2003. Tafsir Tematis Cakrawala Al-Qur’an. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
Khon, AM. 2011. Praktikum Qira’at. Jakarta: Amzah
MKD, Tim. 2014. Studi Al-Qur’an, Surabaya: Uin Sunan Ampel Press.
Nata, Abuddin. 2018. Islam dan Ilmu Pengetahuan. Jakarta: Prenadamedia Group.
Nurhasanah, Neneng, Hayatuddin, Amrullah, Yayat, RH. 2018. Metodologi Studi Islam: Jakarta.
Quthan, Mana’ul. 1993. Ilmu Al-Qur’an 1. Jakarta: Rineka Cipta.
[1] Neneng Nurhasanah, Amrullah Hayatuddin, Yayat Rahmat Hidayat, Metodologi
Studi Islam, Jakarta, Amzah, 2018, Cetakan I, hal. 98.
[3] Muhammad Abu
Ayyasy, Hati-hati Al-Qur’an Anda Palsu, Jakarta Selatan, Qultum Media,
2011, Cetakan I, hal. 17.
[4] Yunahar Ilyas, Tafsir Tematis Cakrawala Al-Qur’an, Yogyakarta, Suara
Muhammadiyah, 2003, Cetakan I, hal. 11.
[5] Dawud
Al-Aththar, Ilmu Al-Qur’an, Bandung, Pustaka Hidayah, 1994, Cetakan I, hal.
107.
[6] Abdul
Majid Khon, Praktikum Qira’at, Jakarta, Amzah, 2011, Cetakan I, Hal. 19.
[8] Moh. Ali
Aziz, Mengenal Tuntas Al-Qur’an, Surabaya,
Imtiyaz, 2018, Cetakan IV, hal. 20.
[9] Mana’ul Quthan, Ilmu Al-Qur’an 1, Jakarta,
Rineka Cipta, 1993, Cetakan I, hal. 115.
[12] Muhammad Abu Ayyasy, Hati-hati
Al-Qur’an Anda Palsu, Jakarta Selatan, Qultum Media, 2011, Cetakan I, hal. 18.
[14] Tim penyusun
MKD UIN SUNAN AMPEL, Studi Al-Qur’an, Surabaya, Uin Sunan Ampel Press,
2014, Cetakan I, hal. 7
Menambah ilmu baru, dan juga dapat bermanfaat bagi pembaca yang lain
ReplyDeleteMaterinya menarik untuk dibaca, semoga bermanfaat untuk pembaca lainnya. Semangat!!
ReplyDeleteMantap sekali, semoga ilmunya dapat bermanfaat bagi yang membaca dan mengamalkannya...
ReplyDeleteBagus👍,menarik 🙂suka bacanya... Terimakasih telah memberi saya informasi 🙏
ReplyDeleteAlhamdulillah bermanfaat artikelnyaa kak, nambahh pengetahuan juga, penjelasan juga mudahh di pahami, jadi bisa.lebih mudah memahami isi materinya , makasih kak
ReplyDeleteThanks informasinya
ReplyDeletealhamdulilah bermanfaat sekali bagi saya setelah baca artikel ini
ReplyDeleteMantap & bagus 👍 nambah ilmu pengetahuan dan Semoga ilmunya bermanfaat bagi semua yang membaca 👍
ReplyDeleteAlhamdulillah sangat bermanfaat untuk pembelajaran, dari ini saya bisa mendapatkan ilmu lebih banyak lagi. Trimakasihh
ReplyDeleteLumayan, ya meskipun gag sempurna sih, tapi buat menambah pengetahuan keren lah, good luck bro ��
ReplyDeletemakalahnya sangat membantu, aku jadi tau bagaimana proses turunnya al-qur'an, ada 3 tahap. terimakasih kak, untuk infonya
ReplyDeleteAlhamdulillah, terimakasih telah membantu.. Ini sangat bermanfaat untuk semuanya.. Pengetahuan saya bertambah karena sering membaca dari blog seperti ini...
ReplyDeleteAlhamdulillah membantu sekali artikel ini dalam kehidupan yg lebih baik
ReplyDeleteAlhamdulillah. Terimakasih isi blognya sangat bermanfaat karena menambah wawasan dan bahasanya mudah dipahami.
ReplyDeleteCukup lengkap, bagus buat nambah pengetahuan. Good job
ReplyDeleteSebelumnya terimakasih atas ilmunya, seboga bermanfaat bagi kita semua yang membacanya.
ReplyDeleteAlhamdulillah ilmunya semoga bermanfaat bagi yang lainnya untuk pembelajaran kita
ReplyDeleteMasyaAllah sangat bermanfaat sekali. Terimakasih
ReplyDeleteMasyaallah artikel di blog ini sangat bermanfaat dan membantu saya
ReplyDeleteMasyaAllah❤
ReplyDeleteSangat membantu sekali 🙏 thank informasi nya semoga menjadi bermanfaat
ReplyDeleteTerimakasih atas makalahnya,sangat membantu, komplit, bahasa yg mudah di fahami, semoga makin mantap
ReplyDeleteAlhamdulillah artikelnya sangat bermanfaat. Terima kasih.
ReplyDeleteAlhamdulillah bagus makalahnya, semoga saya dan pembaca lainnya mendapatkan ilmu yang bermanfaat
ReplyDeleteMakalah bagus sekali kak,semoga bermanfaat bagi para pembaca dan menginspirasi para pembaca aminnnn
ReplyDeleteAlhamdulillah,berguna sekali. Ada pptnya jga, memberikan gambaran dengan mudah untuk merangkum. Bermanfaat��
ReplyDeleteAlhamdulillah sangat membantu makalahnya :)
ReplyDeleteAlhamdulillah menambah wawasan, meskipun perlu sedikit perbaikan. Semoga bermanfaat untuk orang banyak. Tetap semangat. Ditunggu postingan selanjutnya untuk menambah wawasan dan pengetahuan
ReplyDeleteterimakasih telah membuat artikel ini yang Alhamdulillah memnambah wawasan pembaca, dan bahasa yang digunakan juga mudah dipahami sehingga memudahkan bagi para prembacanya
ReplyDeleteAlhamdulillah sangat bermanfaat. Materi ini sungguh mudah dipahami dan dimengerti untuk dipelajari. Bermanfaat sekali untuk kita yang mempelajari tentang proses turunnya al quran
ReplyDeleteMembantu mudah di pahami bahasanya ,, menambah ilmu terimakasih kak
ReplyDeleteMateri yang snagt membantu sekali ... Sngat mudah dipahami dan bermanfaat ....
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteMakalahnya bagus dan sangat membantu, semoga bisa bermanfaat untuk banyak org dan ada beberapa yg perlu di perbaiki, semangat:)
ReplyDeleteAlhamdulillah saya mendapatkan ilmu baru, semoga ilmu ini bermanfaat untuk kita semua Aamiin
ReplyDeleteIsinya sangat membantu dan bisa menambah wawasan
ReplyDeleteDengan tulisan ini saya bisa lebih mengetahui tentang proses turunnya Al-Qur'an yaitu secara berangsur-angsur, terima kasih kak fidaaa
ReplyDeleteAlhamdulillah, terimakasih kak karena materi yang kakak sampaikan membantuku untuk menjawab tugas dari dosenku tentang proses turunnya al-qur'an. Semoga ilmu yang kakak bagikan bermanfaat bagi orang lain dan dapat diterapkan dikehidupan kak fida ya��
ReplyDeleteTerimakasih untuk informasinya, bermanfaat untuk diri saya dan tentunya juga untuk kita semua :)
ReplyDeleteMembantu. Terimakasih kak, aku jadi tau bagaimana proses atau cara alqur'an itu turun :)
ReplyDeleteMasyaAllah makalahnya bagus sekali, mudah dipahami, dan menambah wawasan para pembaca
ReplyDeletemasyaallah banyak pelajaran baru yg bisa saya ambil setelah membaca makalah diatas , terima kasih.
ReplyDeleteBarakallah..terima kasih atas ilmunya..sangat bermanfaat..semoga kedepannya lebih sering lagi menunggah materi yang lain..
ReplyDeleteAlhamdulillah dapet wawasan baru, semoga ke depannya ada ilmu lagi yang dapat admin bagi untuk kami. Semoga berkah
ReplyDeleteterima kasih atas ilmunya ya kak, sangat menambah wawasan saya
ReplyDeleteterima kasih atas ilmunya ya kakak, sangat bermanfaat dan menambah wawasan saya
ReplyDeleteAlhamdulillah materi yang kakak sampaikan ini bisa membantu saya dalam menambah referensi
ReplyDeleteAlhamdulillah dengan tulisan ini jadi lebih tau proses turunnya alquran, terimakasih :)
ReplyDeletemasyaallah makalah ini sangat membantu dalam proses pembelajaran semoga kedepannya makin bermanfaat
ReplyDeleteaminn
Dengan tersedianya makalah ini, saya jadi lebih memahami bagaimana proses turunnya al-Qur'an.
ReplyDeleteMaterinya sangat membantu, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan
ReplyDeleteTerima Kasih sudah memberikan info dengan contoh ppt, sangat bermanfaat��
ReplyDeleteSangat bermanfaat buat pembaca dan semoga sukses selalu terus berkarya
ReplyDeleteTerima Kasih sudah memberikan info dengan sangat baik dan sangat bermanfaat , semoga sukses
ReplyDeletebagus sekali thanx to upload,semoga bermanfaat bagi saya dan yang membaca
ReplyDeleteuwaw materinya sangat bagus, saya sangat terbantu terima kasih
ReplyDeleteSangat bermanfaat bagi pembaca, ditunggu karya selanjutnya, sukses selalu kak
ReplyDeletemasyaAllah makalah sangat rapi jadi enak saat membacanya, semoga ilmunya bermanfaat bagi kita semua
ReplyDeleteTerimakasih dek, sudah menyebarkan ilmu yang bermanfaat seperti ini. Ditunggu makalah berikutnya :) fighting��
ReplyDeleteSaat membaca judul...
ReplyDeleteSaya terkapar-kapar...
Saat menulis komentar...
Saya berkaca-kaca...
Wahai Ria...
Kata apa yang tepat untuk komentar disini...
Doa apa yang pas untuk mereka pengkopas tugas ini...
Dimana lagi penulis hebat seperti Ria didunia ini...😔
Dan saya pun sadar untuk mengakhiri tulisan ini... Terima kasih
Masyaallah muwantap syekali tulisan anda semoga dikemudian hari kelak anda menjadi reporter yg muwantap
ReplyDeleteSebagai kesadaran umat islam di zaman millenial ini. Bahwa pedoman hidup kita adalah Al Qur'an.
ReplyDeleteTerus amalkan ayat"nya supaya kita mendapatkan Ridoh dari Allah SWT :)
tetap semangat teruslah menulis maaf gak tau harus komen apa wkwk
ReplyDeleteTerimakasih sekali artikel ini sangat membantu dalam menjawab pertanyaan yang terlintas dikepala saya👍
ReplyDeleteThank you so much for the author
ReplyDeleteAlhamdulillah dengan artikel ini bertambah ilmu dan wawasan saya mengenai Al-Qur'an
ReplyDeleteMasyaAllah Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallahu wallahu akbar laa haulaa walaaquwwata illa billah
ReplyDeleteSemoga menjadi ladang pahala bagi penulis karena telah membagi ilmunya melalui artikel ini aamiin
ReplyDeleteberkat makalahnya, saya jadi tau bagaimana tahapan-tahapan turunnya al qur'an, terimakasih kak, bermanfaat. Semoga bermanfaat buat yg lain juga
ReplyDeleteAlhamdulillah sukak banget sama isi blognya, bermanfaat makasih ya kak, semoga kedepannya makin berkembang lagi dan bisa bermanfaat buat orang lain bagus isinya :)
ReplyDeleteBermanfaat banget
ReplyDeleteSemoga bisa bermanfaat bagi orang yang membacanya, dan bisa menambah wawasan bagi si pembaca
ReplyDeleteMaterinya bagus buat pembaca jadi menambah ilmu dan wawasannya mengenai Al Qur'an
ReplyDeleteTerimakasih isi blognya sangat bermanfaat karena menambah wawasan, bahasanya mudah dipahami dan ada ppt nya malah buat makin paham. Semoga bermanfaat
ReplyDeleteKeren nih blog bermanfaat banget. Dan juga mudah untuk dipahami
ReplyDeleteSemangat buat kedepannya menulis artikel seperti ini. Semoga berjalan dengan lancar
ReplyDeleteSangat membantu,terimakasih kak untuk ilmunnya semoga sukses untuk blognya semangat kak
ReplyDeleteTerima kasih ilmunya,,semoga bermanfaat bagi kita semua dan semoga sukses untuk blognya
ReplyDeleteAlhamdulillah ilmu bermanfaat
ReplyDeleteWaw, bermanfaat sekali. makasih kak, smoga berguna dan bermanfaat bagi pembaca lainnya juga. sukses!!!!
ReplyDeleteSemangat yaa, untuk nulis artikel selanjutnya. I know you can do it
ReplyDeleteSemangat yaa, untuk nulis artikel selanjutnya. I know you can do it
ReplyDeleteMkasihh sdh membuat artikel ini. Pastinya akan sgt membantu bagi rekan" yg blm memahaminya (Khususnya ttg proses turunya Al-Qur'an).���� Smangatt utk artikel slanjutyaa..����
ReplyDeleteYaaah semoga menambah ilmu untuk kita semua dan semoga yang menulis blog ini mendapatkan pahala karena telah memberikan ilmu kepada kita
ReplyDeletematerinya mudah di mengerti dan di pahami kak semoga bisa bermanfaat untuk kita semua
ReplyDeletethank you for make this blog. semoga bermanfaat untuk banyak orang
ReplyDeletewahh sangat membantu sekali ...
ReplyDeleteSangat membantu dan bermanfaat
ReplyDeleteInformasi dan pengetahuan yang sangat bermanfaat, semoga ilmunya berkah untuk yang membacanya
ReplyDeleteMasyaallah bacaanya sangat membantu sekali,semoga ilmunyaberkah bagi para pembacanya,pokoknya thebest lah❤
ReplyDeleteterimakasih, sangat bermanfaat ��
ReplyDeleteSingkat padat jelas,sangat bermanfaat,lanjutkan karyamu.
ReplyDeleteGood luck ya
Pembahasan dapat mudah dimengerti dan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Makasihh
ReplyDeleteSangat bermanfaat dan membantu sekali, bahasanya mudah dipahami juga. Terima kasih, sukses untuk karya selanjutnya
ReplyDeleteMaterinya menarik buat dibaca,semoga bisa bermanfaat untuk org yg sudah membacanya. Terimakasih atas ilmunyaa
ReplyDeleteTulisannya sangat bermanfaat, menambah pengetahuan saya dan bisa membantu tugas pendidikan agama islam saya hehe
ReplyDeletetulisan yang banyak kesan dalam menambah wawasan seseorang yang baca ttg pendidikan islam
ReplyDeleteArtikelnya sangat bermanfaat, semangat terus untuk kedepannya.
ReplyDeleteAlhamdulillah dengan membaca materi dalam makalah sudah menambah pengetahuan, menambah referensi tugas, menjadi lebih paham. Terimakasih
ReplyDeleteAlhamdulillah tugas saya terselesaikan berkat adanya makalah ini🙏 sangat membantu sekali terima kasih banyak
ReplyDeleteMakasih artikelnya sangat bermanfaat��
ReplyDeleteWah akhirnya nemu juga tulisan yg lengkap dan mudah dipahami gini makasih banyak kak bantu bgt sih buat tugas aku ������
ReplyDeleteBlognya bermanfaat bagi pembaca, khususnya bagi saya pribadi ya. Untuk penulis, tetap semangat dan semangat terus buat kedepannya. Semangat dalam dunia tulis menulis, semangatnya jangan sampai kendor, apalagi sampai patah semangat. Lanjutkan bakatmu ukhteaaa🤣
ReplyDeleteNice,sangat bermanfaat
ReplyDelete